Logo

SAHABAT TIGA

(Sistem Akses Harapan dan Bantuan Terintegrasi)

SMAN 3 SIDOARJO

"BK yang mendengar, Sekolah yang menjaga"

Selamat datang di portal Layanan BK SMANTIGDA. Kami hadir untuk membantu siswa dalam mengembangkan potensi diri, mengatasi hambatan belajar, serta memetakan masa depan menuju perguruan tinggi impian.

Jl. Dr. Wahidin No.130, Sekardangan, Kec. Sidoarjo, Kab. Sidoarjo

Anti-Bullying Anti-bullying adalah sebuah gerakan, sikap, dan kebijakan yang dirancang untuk mencegah serta menghentikan perilaku perundungan. Inti dari gerakan ini adalah menciptakan lingkungan—baik di sekolah, tempat kerja, maupun dunia maya—di mana setiap individu merasa aman, dihargai, dan diterima tanpa rasa takut. 1. Apa itu Bullying? Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang kali, yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban. Perundungan bukan sekadar "bercandaan biasa"; ia memiliki dampak psikologis yang serius. 2. Mengapa Anti-Bullying Sangat Penting? Dampak perundungan tidak hanya dirasakan saat kejadian berlangsung, tetapi bisa membekas seumur hidup. Gerakan anti-bullying penting karena: Kesehatan Mental: Melindungi individu dari depresi, kecemasan, dan trauma berkepanjangan. Prestasi Akademik/Kerja: Lingkungan yang aman memungkinkan seseorang fokus pada pengembangan diri dan produktivitas. Membangun Empati: Mengajarkan masyarakat untuk menghargai perbedaan dan keberagaman. 3. Langkah Nyata Melawan Perundungan Langkah pencegahan dimulai dari kesadaran kolektif: Edukasi dan Kesadaran: Memberikan pemahaman bahwa bullying adalah tindakan yang salah dan tidak dapat ditoleransi. Berani Bicara (Speak Up): Mendorong korban dan saksi mata (bystanders) untuk melaporkan tindakan perundungan kepada pihak berwenang tanpa rasa takut. Kebijakan yang Tegas: Sekolah atau instansi harus memiliki aturan tertulis dan sanksi yang jelas terkait perilaku perundungan. Membangun Budaya Positif: Membiasakan budaya saling mendukung dan menghargai antarsesama.

Klik untuk memperbesar & baca...

dreicampex2026 Alumni bukan sekadar "lulusan", melainkan bukti nyata dari keberhasilan sistem pendidikan sebuah perguruan tinggi. Melibatkan alumni dalam proses pengenalan kampus—baik kepada calon mahasiswa maupun mahasiswa baru—memberikan dimensi yang tidak bisa diberikan oleh brosur atau presentasi staf akademik semata. Berikut adalah beberapa alasan utamanya: 1. Membangun Kepercayaan melalui Testimoni Riil Berbeda dengan narasi pemasaran dari pihak kampus, alumni berbicara berdasarkan pengalaman hidup. Mereka memberikan perspektif jujur tentang kualitas pengajaran, fasilitas, hingga tantangan yang dihadapi selama kuliah. Hal ini menciptakan kredibilitas tinggi di mata calon mahasiswa. 2. Menjembatani Dunia Akademik dan Dunia Kerja Salah satu kekhawatiran terbesar mahasiswa adalah: "Setelah lulus, saya bisa jadi apa?" Alumni dapat menunjukkan korelasi antara kurikulum kampus dengan kebutuhan industri. Mereka memberikan gambaran nyata tentang bagaimana ilmu di kelas diterapkan dalam karier profesional. 3. Memperluas Jaringan (Networking) Sejak Dini Pengenalan yang dilakukan oleh alumni membuka pintu jejaring lebih awal. Mahasiswa baru menjadi tahu siapa "kakak tingkat" mereka yang sukses di industri tertentu. Ini memicu semangat kolaborasi dan memberikan akses terhadap peluang magang atau bimbingan karier di masa depan. 4. Transfer Budaya dan Nilai-Nilai Kampus Setiap kampus memiliki etos dan tradisi yang unik. Alumni adalah penjaga identitas tersebut. Melalui mereka, nilai-nilai seperti integritas, semangat juang, dan loyalitas terhadap almamater dapat diturunkan secara organik kepada generasi penerus. 5. Memberikan Motivasi dan Inspirasi Melihat sosok sukses yang dulunya duduk di kursi kuliah yang sama memberikan dorongan moral yang luar biasa. Alumni menjadi role model yang membuktikan bahwa impian besar dapat dimulai dari kampus tersebut.

Klik untuk memperbesar & baca...